BRMP Sulawesi Tengah Dorong Pertanian Modern melalui Tanam Perdana PM-AAS di Donggala
Donggala, 6 Agustus 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah memperkuat percepatan implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalui kegiatan Sosialisasi PM-AAS dan Pelaporan Program di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Kamis (6/8). Kegiatan ini dihadiri Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Berkelanjutan BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Herawati, S.P., M.Si., Tim Liaison Officer (LO) Kabupaten Donggala, Penyuluh CWS Kabupaten Donggala, serta penyuluh pertanian se-Kabupaten Donggala dan unsur pendamping program lainnya.
Mewakili Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Herawati, SP., M.Si., menyampaikan bahwa PM-AAS merupakan program strategis Kementerian Pertanian untuk mempercepat transformasi pertanian melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan sistem budi daya modern. Penerapan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional. Ia menegaskan, keberhasilan program sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan serta ketepatan dan konsistensi pelaporan dari lapangan. “Pelaporan yang akurat dan tepat waktu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan Program PM-AAS. Data yang disampaikan dari lapangan akan menjadi dasar dalam proses monitoring, evaluasi, serta penyusunan langkah-langkah strategis untuk pengembangan program ke depan,” ujarnya.
Pada sesi sosialisasi, Penanggung Jawab PM-AAS Provinsi Sulawesi Tengah, Muchtar, S.P., M.P., memberikan pemaparan mengenai konsep, strategi implementasi, dan percepatan adopsi teknologi pertanian modern di tingkat petani. Materi juga mencakup mekanisme pelaporan program, mulai dari penginputan data kegiatan, penyusunan laporan perkembangan, validasi data lapangan, hingga penyampaian laporan secara berjenjang. Menurutnya, data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu menjadi fondasi penting dalam monitoring dan evaluasi serta mendukung pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pertanian modern berbasis data.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dan kondisi aktual di lapangan. Pelaporan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengukur capaian, mengidentifikasi kendala, dan menentukan langkah perbaikan dalam pengembangan PM-AAS. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan, masukan, dan pengalaman lapangan dari para penyuluh dan tim pendamping, sehingga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi pelaksanaan program di Kabupaten Donggala.
BRMP Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan kapasitas penyuluh dan tim pendamping agar mampu mengawal implementasi PM-AAS secara efektif, terukur, dan berkelanjutan. Penguatan pendampingan yang didukung sistem pelaporan berkualitas diharapkan mampu menghasilkan data pertanian yang valid sebagai dasar pengambilan kebijakan, mempercepat adopsi teknologi dan mekanisasi, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta memperkuat kontribusi Sulawesi Tengah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Penulis : Afrianto
Editor : Risna